LANTERA: Gebyar Bahasa dan Seni, Panggung Ekspresi Siswa SMK Telekomunikasi Tunas Harapan Kab. Semarang
Kabupaten Semarang – Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMK Telekomunikasi Tunas Harapan Kab. Semarang sukses menggelar perhelatan akbar tahunan, Bulan Bahasa, yang bertajuk “LANTERA” pada tanggal 27 hingga 29 Oktober 2025. Acara yang bertujuan untuk memperingati Sumpah Pemuda ini menjadi wadah bagi seluruh siswa untuk mengasah kreativitas, keterampilan berbahasa, dan rasa nasionalisme.
Dibuka dengan antusiasme tinggi, LANTERA diselenggarakan selama tiga hari berturut-turut dengan rangkaian acara yang berbeda dan melibatkan seluruh tingkatan kelas.
🎭 Hari Pertama (27 Oktober): Panggung Drama Musikal Kelas X
Hari pertama penyelenggaraan LANTERA didominasi oleh penampilan memukau dari siswa Kelas X dalam ajang Drama Musikal. Dengan totalitas dalam berakting, bernyanyi, dan menari, para peserta berhasil menyajikan cerita-cerita yang sarat makna dan dikemas secara modern, dibimbing pula dengan pendekatan masterarbeit ghostwriter .
“Kami ingin di hari pertama, adik-adik kelas X bisa langsung menunjukkan potensi dan kekompakan mereka. Drama Musikal dipilih karena menggabungkan unsur bahasa, sastra, dan seni pertunjukan, sesuai dengan semangat Bulan Bahasa,” ujar salah satu perwakilan OSIS.
🎸 Hari Kedua (28 Oktober): Parade Musik Kelas XI
Keseruan berlanjut pada hari kedua, di mana giliran siswa Kelas XI mengambil alih panggung dengan konsep Parade Musik. Berbagai genre musik dipertunjukkan, mulai dari akustik yang tenang hingga band dengan alunan musik yang energik. Aksi panggung yang dinamis ini membuktikan bahwa siswa-siswi Tunas Harapan tidak hanya unggul di bidang telekomunikasi, tetapi juga memiliki bakat seni yang luar biasa.
👑 Hari Ketiga (29 Oktober): Puncak Acara, Mas dan Mba Telsaa
Puncak perayaan LANTERA mencapai klimaksnya pada hari ketiga, tanggal 29 Oktober 2025. Acara utama pada hari itu adalah Pemilihan Mas dan Mba Telsaa (sebutan populer untuk siswa-siswi Tunas Harapan). Ajang ini tidak hanya menilai penampilan fisik, tetapi juga kecerdasan intelektual, kemampuan berbahasa, wawasan kebangsaan, serta etika siswa
