Doa Bersama Jelang UNBK, USBN dan UKK

Menyambut pelaksanan Ujian Nasional, Ujian Sekolah Berstandar Nasional, dan Uji Kompetensi Keahlian, SMK Telekomunikasi Tunas Harapan Tengaran Kabupaten Semarang menggelar kegiatan doa bersama di masjid sekolah, Sabtu, (2/3/2019). Kegiatan yang diikuti 280 peserta ditujukan sebagai persiapan mental siswa. Pada kegiatan itu pula orang tua/wali siswa turut hadir guna memberikan support dan doa restu kepada putra/putri mereka.
Menurut kepala sekolah, Wisnu Handoko, S. T. mengungkapkan, pelaksanan doa bersama merupakan agenda tahunan sekolah dalam menghadapai serangkaian ujian akhir yaitu Ujian Nasional, Ujian sekolah dan Uji Kompetensi Keahlian. Kegiatan doa bersama sekaligus training motivasi siswa guna menyempurnakan kesiapan siswa agar pelaksanan ujian bisa berjalan lancar.
“Tidak hanya cukup kesiapan segi akademik tetapi siswa juga harus memiliki mental siap. Mengingat mental menjadi hal yang fundamental harus dimiliki siswa,” ujarnya. Dirinya berharap dari ratusan siswa yang akan menghadapi Ujian diharapkan bisa lulus semua secara sempurna dan memperoleh nilai yang memuaskan.
Lulus secara sempurna di empat kompetensi keahlihan yakni Rekayasa Perangkat Lunak, Teknik Komputer dan Jaringan, Multimedia dan Teknik Kendaraan Ringan.
“Persiapan sudah semua kita lakukan, siswa sudah memperoleh asupan materi, pelajaran tambahan, try out dan kita sisipi dengan motivasi dan muhasabah pada dua minggu jelang UNBK agar siswa lebih siap lahir dan batin—intelektual dan spiritual,” Pungkasnya.
Kegiatan doa bersama dibagi menjadi dua tempat, untuk yang muslim di masjid sedangkan yang non muslim di ruang kelas yang dipimpin oleh guru pendidikan agamanya.

Kegiatan doa bersama diawali dengan pembacaan asmaul husna, dzikir istighosah yang dipimpin oleh Heru Budiwiyatno, S. Ag yang juga merupakan guru Pendidikan Agama Islam di sekolah. Sementara sebagai materi motivasi dan muhasabah adalah Drs. H. Ahmad Sulthoni, M. Pd dari IAIN Salatiga. Penyampaian materi motivasi yang kemas dengan gaya komedi membuat para siswa dan orang tua cukup terhibur, antusias dan relaks. Puncaknnya di sesi muhasabah para siswa hanyut dalam kesadaran diri hingga meneteskan air mata. Berikutnya para siswa diberi kesempatan “sungkem” kepada orang tua masing-masing dan selanjutya kegiatan diakhiri dengan doa. (HB)
